Cari Pinjaman Bebas Riba? Inilah Pilihan Pinjaman Syariah Tanpa Riba
Butuh Dana? Mencari pinjaman uang tanpa bunga dan bebas riba? Pinjaman syariah bisa jadi pilihannya. Sudah tidaklah asing, serta kebanyakan yang berpendapat bahwa keterlibatan bunga pada pinjaman konvensional sebagai riba yang semestinya dijauhi umat Muslim.
Nah, di sinilah pinjaman syariah dapat men jadi solusi mencari pinjaman tanpa riba.
Pada pinjaman syariah tidak mempergunakan sistem bunga, akan tetapi sistem jual beli atau bagi hasil yang ditasfir tidak melanggar ketentuan syariah atau hukum Islam.
Maka dari itulah penghasilan bank atau lembaga keuangan non bank sebagai pemberi pinjaman bermula dari margin transaksi jual beli atau dari keuntungan hasil profit bagi hasil dari usaha yang dijalani oleh peminjam dana tersebut.
Sebagai contoh, misalnya saja anda akan meminjam uang senilai Rp 12 juta untuk membeli sepeda motor, maka pemberi pinjaman syariah akan membeli motor tersebut terlebih dulu, kemudian pemberi pinjaman syariah menjualnya kepada anda dengan menerima margin sebesar jumlah yang disepakati bersama.
Contoh lainnya, jika anda akan meminjam uang senilai Rp 50 juta untuk modal usaha, kelak pihak pemberi pinjaman akan memperoleh balasan hasil dari keuntungan bisnis yang anda jalani.
Dengan demikian, dengan adanya berbagai jenis pinjaman syariah hal ini menyebabkan tidak hanya menambah pilihan mengenai produk keuangan, tetapi juga sebagai solusi bagi anda yang ingin mengajukan pinjaman uang tanpa mengawatirkan akan terjerat riba.
Nah, apa saja jenis pinjaman syariah yang dapat anda pilih? Berikut empat produk mengenai pinjaman tanpa bunga, baik dari bank ataupun lembaga non bank. Perhatikan dan pahami masing-masing produk agar anda tidak salah memilih.
Baca juga Tujuh Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair 24 Jam Masuk ATM
Apa itu KTA Syariah? KTA syariah adalah suatu produk perbankan dengan konsep pinjaman tanpa agunan atau jaminan dengan sistem syariah. Contohnya, KTA Mandiri Syariah dan KTA BRI Syariah.
Meskipun memakai sistem pinjaman tanpa jaminan, KTA syariah memberi tawaran plafon pinjaman yang cukup tinggi, yaitu sampai di atas Rp 100 juta dengan jangka waktu yang di tentukan.
Apabila pada KTA konvensional nasabah bebas memakai dana pinjaman yang didapat, namun ini tidak sama dengan KTA syariah. KTA jenis syariah mewajibkan nasabah mempersiapkan surat pernyataan mengenai untuk apa tujuan penggunaan dana pinjaman tersebut.
Hal ini bertujuan untuk memastikan dana yang dipakai untuk kebutuhan yang tidak melanggar syariat Islam.
Pegadaian syariah tidaklah jauh berbeda dengan pegadaian konvensional, yakni sama-sama menyalurkan sejumlah uang pinjaman berupa jaminan barang.
Bagi masyarakat yang akan menggadaikan barang untuk mendapat dana pinjaman hanya dengan mendatangi kantor pegadaian dengan cara menyerahkan barang jaminan berikut persyaratan yang telah ditentukan pegadaian syariah tersebut. Prosesnya cukup mudah dan tidak memerlukan waktu lama.
Akan tetapi, pegadaian syariah memakai sistem transaksi yang agak berbeda dengan pegadaian konvensional. Pegadaian syariah tidak memperoleh keuntungan dalam bentuk bunga ataupun bagi hasil, tetapi berupa upah jasa pemeliharaan barang jaminan anda.
Besar upah jasa akan ditentukan berdasar akan biaya pemeliharaan, dilihat dari jenis barang yang dijaminkan. Biaya lain yang dikenakan adalah biaya penitipan barang, meliputi biaya penjagaan, biaya penggantian kehilangan, asuransi, dan tempat penyimpanan.
Baca juga Cara Mendapat Pinjaman Tunai Kilat Akulaku Dengan Cepat
Sekarang ini, baik bank ataupun lembaga keuangan non bank juga telah memberi tawaran berupa pinjaman online berbasis syariah. Sebagai ganti bunga, pinjaman syariah online memakai sistem murabahah dan ijarah.
Sistem murabahah menggunakan akad jual beli. Sedangkan, sistem ijarah menggunakan akad sewa, sehingga keuntungan yang didapat pemberi pinjaman berupa biaya sewa atau manfaat atas jasa atau barang yang dipakai.
Beberapa pinjaman syariah online yang telah resmi terdaftar OJK, di antaranya, Pembiayaan Al Salam Syariah (PAS), Bank Syariah Mandiri (BSM) Implan, dan Investree Syariah.
Memangnya ada kartu kredit syariah? Tentu ada. Walaupun tidaklah populer seperti kartu kredit konvensional, ternyata kartu kredit syariah sudah ada di Indonesia sejak 2006 lalu.
Bank mulai menerbitkan kartu kredit syariah setelah Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) merilis fatwa mengenai pemakaian kartu kredit. Tetapi, dalam fatwa itu, DSN tidak memakai istilah kartu kredit, akan tetapi syariah card.
Sebagai contoh, iB Hasanah Card yang awalnya diterbitkan oleh BNI Syariah dan Kartu Syariah Gold diterbitkan oleh CIMB Niaga Syariah.
Seperti hal nya kartu kredit konvensional, kartu kredit syariah juga memakai biaya tahunan, biaya keterlambatan, serta biaya administrasi.
Tetapi, dalam hal mengenai bunga, kartu kredit syariah memakai akad ijarah dengan menentukan biaya iuran keanggotaan (rusum al-‘udhwiyah) sebagai imbalan atas penggunaan fasilitas kartu yang harus dibayar rutin setiap bulannya.
Selain itu, kartu kredit syariah juga memakai akad kafalah dan qardh. Pada akad kafalah, penerbit kartu berperan sebagai penjamin pemegang kartu atas semua transaksi dengan merchant yang dijalani pemegang kartu.
Sementara, fasilitas penarikan tunai dari ATM memakai akad qardh atau akad pinjaman.
Tentu, kartu kredit syariah hanya bisa dipakai untuk membeli barang atau jasa yang halal serta tidak mengandung riba.
Baca juga Inilah Akibat Jika Tidak Membayar Tagihan AKULAKU
Dengan tidak adanya penyertaan bunga, peminjam tidak lah perlu merasa khawatir akan terjerat riba. Bank syariah ataupun lembaga keuangan non bank syariah juga dipantau oleh OJK, BI, beserta DSN sehingga tidak harus merasa takut pengajuan pinjaman menyalahi hukum negara ataupun agama.
Pinjaman syariah juga mengalirkan keuntungan yang diperoleh untuk membayar zakat sebesar 2,5 persen.
Pinjaman syariah, seperti KTA, juga mempergunakan sistem pembagian risiko. Artinya, pemberi pinjaman turut menanggung sebagian risiko yang mungkin dialami oleh peminjam.
Misalnya, jika bisnis yang dijalani peminjam mengalami kegagalan, kerugian yang dialami juga akan ditanggung oleh bank atau pemberi pinjaman.
Tetapi, penggunaan sistem bagi hasil atau jual beli pada pinjaman syariah kadang menyebabkan margin pinjaman relatif lebih tinggi dibanding dengan besar bunga pinjaman konvensional.
Supaya pengajuan pinjaman anda diterima serta tidak ada masalah, diharuskan semua persyaratan sudah anda penuhi dengan baik, untuk lebih jelasnya perhatikan tips berikut.
Hitunglah kebutuhanmu secara tepat untuk mengetahui berapa besar pinjaman yang anda butuhkan. Dengan begitu, anda dapat menyiapkan rencana pelunasan, termasuk besar alokasi cicilan yang dibutuhkan.
Pahami persyaratan pinjaman anda dengan baik, mulai dari jangka waktu pinjaman, yangsudah tentukan berapa maksimal jatuh tempo nya, dan semua biaya yang telah menyertai pinjaman.
Apabila anda perlu, memintalah mengenai simulasi perhitungan pinjaman untuk mengetahui secara detail total biaya yang harus dibayar.
Anda juga harus memahami pula konsekuensi pinjaman apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti besar denda apabila anda telat membayar sampai penyitaan barang jaminan anda.
Meskipun anda bisa menggunakan berbagai fasilitas pinjaman tanpa bunga, bukan berarti anda dapat meminjam tanpa pertimbangan yang matang.
Apa pun jenis pinjaman yang anda tentukan, alangkah baiknya hanya ajukan pinjaman saat ada kebutuhan mendesak. Maka janganlah jadikan berhutang sebagai kebiasaan anda, bahkan untuk keperluan konsumtif.
Bagaimana? Tertarik menggunakan pinjaman tanpa riba ini? Perlu anda perhatikan, ajukan pinjaman sesuai dengan keerluan dan kemampuan finansial anda.
Untuk jenis pinjaman lainnya, bandingkan di penadewi.com untuk mendapatkan produk keuangan yang paling ideal untukmu.
Demikian pembahasan penadewi mengenai Cari Pinjaman Bebas Riba? Inilah Pilihan Pinjaman Syariah Tanpa Riba, apabila ada kesalahan kata dalam penyampaian mohon dimaafkan.
Jika anda senang dan merasa bermanfaat dengan pembahasan diatas silahkan bagikan sebanyak-banyaknya.
Terimakasih. Semoga bermanfaat.
Salam semangat dari penadewi.com
Nah, di sinilah pinjaman syariah dapat men jadi solusi mencari pinjaman tanpa riba.

Pada pinjaman syariah tidak mempergunakan sistem bunga, akan tetapi sistem jual beli atau bagi hasil yang ditasfir tidak melanggar ketentuan syariah atau hukum Islam.
Maka dari itulah penghasilan bank atau lembaga keuangan non bank sebagai pemberi pinjaman bermula dari margin transaksi jual beli atau dari keuntungan hasil profit bagi hasil dari usaha yang dijalani oleh peminjam dana tersebut.
Sebagai contoh, misalnya saja anda akan meminjam uang senilai Rp 12 juta untuk membeli sepeda motor, maka pemberi pinjaman syariah akan membeli motor tersebut terlebih dulu, kemudian pemberi pinjaman syariah menjualnya kepada anda dengan menerima margin sebesar jumlah yang disepakati bersama.
Contoh lainnya, jika anda akan meminjam uang senilai Rp 50 juta untuk modal usaha, kelak pihak pemberi pinjaman akan memperoleh balasan hasil dari keuntungan bisnis yang anda jalani.
Dengan demikian, dengan adanya berbagai jenis pinjaman syariah hal ini menyebabkan tidak hanya menambah pilihan mengenai produk keuangan, tetapi juga sebagai solusi bagi anda yang ingin mengajukan pinjaman uang tanpa mengawatirkan akan terjerat riba.
Nah, apa saja jenis pinjaman syariah yang dapat anda pilih? Berikut empat produk mengenai pinjaman tanpa bunga, baik dari bank ataupun lembaga non bank. Perhatikan dan pahami masing-masing produk agar anda tidak salah memilih.
Baca juga Tujuh Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair 24 Jam Masuk ATM
Kredit Tanpa Agunan (KTA) Syariah

Meskipun memakai sistem pinjaman tanpa jaminan, KTA syariah memberi tawaran plafon pinjaman yang cukup tinggi, yaitu sampai di atas Rp 100 juta dengan jangka waktu yang di tentukan.
Apabila pada KTA konvensional nasabah bebas memakai dana pinjaman yang didapat, namun ini tidak sama dengan KTA syariah. KTA jenis syariah mewajibkan nasabah mempersiapkan surat pernyataan mengenai untuk apa tujuan penggunaan dana pinjaman tersebut.
Hal ini bertujuan untuk memastikan dana yang dipakai untuk kebutuhan yang tidak melanggar syariat Islam.
Pegadaian Syariah

Bagi masyarakat yang akan menggadaikan barang untuk mendapat dana pinjaman hanya dengan mendatangi kantor pegadaian dengan cara menyerahkan barang jaminan berikut persyaratan yang telah ditentukan pegadaian syariah tersebut. Prosesnya cukup mudah dan tidak memerlukan waktu lama.
Akan tetapi, pegadaian syariah memakai sistem transaksi yang agak berbeda dengan pegadaian konvensional. Pegadaian syariah tidak memperoleh keuntungan dalam bentuk bunga ataupun bagi hasil, tetapi berupa upah jasa pemeliharaan barang jaminan anda.
Besar upah jasa akan ditentukan berdasar akan biaya pemeliharaan, dilihat dari jenis barang yang dijaminkan. Biaya lain yang dikenakan adalah biaya penitipan barang, meliputi biaya penjagaan, biaya penggantian kehilangan, asuransi, dan tempat penyimpanan.
Baca juga Cara Mendapat Pinjaman Tunai Kilat Akulaku Dengan Cepat
Pinjaman Syariah Online

Sekarang ini, baik bank ataupun lembaga keuangan non bank juga telah memberi tawaran berupa pinjaman online berbasis syariah. Sebagai ganti bunga, pinjaman syariah online memakai sistem murabahah dan ijarah.
Sistem murabahah menggunakan akad jual beli. Sedangkan, sistem ijarah menggunakan akad sewa, sehingga keuntungan yang didapat pemberi pinjaman berupa biaya sewa atau manfaat atas jasa atau barang yang dipakai.
Beberapa pinjaman syariah online yang telah resmi terdaftar OJK, di antaranya, Pembiayaan Al Salam Syariah (PAS), Bank Syariah Mandiri (BSM) Implan, dan Investree Syariah.
Kartu Kredit Syariah

Bank mulai menerbitkan kartu kredit syariah setelah Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) merilis fatwa mengenai pemakaian kartu kredit. Tetapi, dalam fatwa itu, DSN tidak memakai istilah kartu kredit, akan tetapi syariah card.
Sebagai contoh, iB Hasanah Card yang awalnya diterbitkan oleh BNI Syariah dan Kartu Syariah Gold diterbitkan oleh CIMB Niaga Syariah.
Seperti hal nya kartu kredit konvensional, kartu kredit syariah juga memakai biaya tahunan, biaya keterlambatan, serta biaya administrasi.
Tetapi, dalam hal mengenai bunga, kartu kredit syariah memakai akad ijarah dengan menentukan biaya iuran keanggotaan (rusum al-‘udhwiyah) sebagai imbalan atas penggunaan fasilitas kartu yang harus dibayar rutin setiap bulannya.
Selain itu, kartu kredit syariah juga memakai akad kafalah dan qardh. Pada akad kafalah, penerbit kartu berperan sebagai penjamin pemegang kartu atas semua transaksi dengan merchant yang dijalani pemegang kartu.
Sementara, fasilitas penarikan tunai dari ATM memakai akad qardh atau akad pinjaman.
Tentu, kartu kredit syariah hanya bisa dipakai untuk membeli barang atau jasa yang halal serta tidak mengandung riba.
Baca juga Inilah Akibat Jika Tidak Membayar Tagihan AKULAKU
Untung-Rugi Pinjaman Syariah
Pinjaman syariah juga mengalirkan keuntungan yang diperoleh untuk membayar zakat sebesar 2,5 persen.
Pinjaman syariah, seperti KTA, juga mempergunakan sistem pembagian risiko. Artinya, pemberi pinjaman turut menanggung sebagian risiko yang mungkin dialami oleh peminjam.
Misalnya, jika bisnis yang dijalani peminjam mengalami kegagalan, kerugian yang dialami juga akan ditanggung oleh bank atau pemberi pinjaman.
Tetapi, penggunaan sistem bagi hasil atau jual beli pada pinjaman syariah kadang menyebabkan margin pinjaman relatif lebih tinggi dibanding dengan besar bunga pinjaman konvensional.
Tips Mengajukan Pinjaman Syariah
1. Tentukan Nilai Pinjaman Dan Siapkan Rencana Pelunasan
2. Pahami Persyaratan Dan Konsekuensi Pinjaman
Apabila anda perlu, memintalah mengenai simulasi perhitungan pinjaman untuk mengetahui secara detail total biaya yang harus dibayar.
Anda juga harus memahami pula konsekuensi pinjaman apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti besar denda apabila anda telat membayar sampai penyitaan barang jaminan anda.
3. Gunakan Pinjaman Dengan Bijaksana
Apa pun jenis pinjaman yang anda tentukan, alangkah baiknya hanya ajukan pinjaman saat ada kebutuhan mendesak. Maka janganlah jadikan berhutang sebagai kebiasaan anda, bahkan untuk keperluan konsumtif.
Bagaimana? Tertarik menggunakan pinjaman tanpa riba ini? Perlu anda perhatikan, ajukan pinjaman sesuai dengan keerluan dan kemampuan finansial anda.
Untuk jenis pinjaman lainnya, bandingkan di penadewi.com untuk mendapatkan produk keuangan yang paling ideal untukmu.
Penutup
Demikian pembahasan penadewi mengenai Cari Pinjaman Bebas Riba? Inilah Pilihan Pinjaman Syariah Tanpa Riba, apabila ada kesalahan kata dalam penyampaian mohon dimaafkan.
Jika anda senang dan merasa bermanfaat dengan pembahasan diatas silahkan bagikan sebanyak-banyaknya.
Terimakasih. Semoga bermanfaat.
Salam semangat dari penadewi.com